EN · IDUji data Anda
The Threadion JournalSemua artikelTeknis MatchingExceptionKepatuhanMetode RekonsiliasiNormalisasi DataPengendalianPerbankan DaerahRekonsiliasiCari
Teknis Matching

MDR QRIS 0 Persen 2026: Dampaknya pada Rekonsiliasi Merchant

Sejak 1 Oktober 2026, MDR QRIS 0% berlaku untuk transaksi sampai Rp100.000. Begini cara menghitung potongan per transaksi agar rekonsiliasi tanpa selisih palsu.

Ilustrasi editorial: banyak koin kecil mengalir tanpa potongan melewati sebuah gerbang ambang, sementara koin besar dipotong tipis sebelum masuk ke buku besar.

Ilustrasi: Threadion

Jawaban singkat

Sejak 1 Oktober 2026, MDR QRIS 0% berlaku untuk transaksi sampai Rp100.000 di semua kategori merchant, dan sampai Rp500.000 di usaha mikro. Akibatnya, potongan MDR tidak bisa lagi dihitung sebagai satu persentase dari omzet harian. Rekonsiliasi harus menghitung biaya per transaksi, menurut kategori merchant dan nominalnya.

Perubahan ini terdengar seperti kabar baik saja, dan bagi merchant memang begitu. Bagi tim keuangan, ini berarti aturan potongan yang selama ini dipakai di ERP atau spreadsheet bisa langsung salah. Hasilnya bukan kerugian, melainkan selisih palsu setiap hari yang menghabiskan waktu tutup buku.

Skalanya besar. Menurut siaran pers Bank Indonesia 17 Agustus 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi sepanjang semester I 2026 dan menjangkau 44,86 juta merchant, 96,68% di antaranya UMKM.

Artikel ini membahas apa yang berubah, mengapa tarif rata-rata membuat selisih, dan enam langkah agar rekonsiliasi QRIS Oktober tetap bersih.

Apa yang berubah pada tarif MDR QRIS per 1 Oktober 2026

MDR QRIS kini ditentukan oleh dua hal sekaligus: kategori merchant dan nominal setiap transaksi. Bank Indonesia mengumumkan perluasan ini dalam siaran pers No.28/159/DKom, dan acquirer seperti BCA dan Maybank Indonesia sudah mengirim pemberitahuan ke merchant mereka.

Rinciannya, seperti dilaporkan ANTARA:

Kategori merchantMDR 0% untuk transaksiMDR di atas batas
Usaha mikro (UMI)sampai Rp500.0000,3%
Usaha kecil, menengah, besarsampai Rp100.0000,7%
Pendidikansampai Rp100.0000,6%
SPBUsampai Rp100.0000,4%
BLU, PSO, G2P, P2Gsemua nominal0%

Sebelum 1 Oktober, usaha kecil, menengah, dan besar membayar 0,7% untuk semua nominal. BCA menegaskan penyesuaian ini berlaku untuk semua jenis transaksi QRIS: dinamis, statis, integrasi API, dan lainnya.

The Close, setiap Senin.Catatan rekonsiliasi dan tutup buku bulanan untuk tim keuangan Indonesia.
Hampir selesai. Cek kotak masuk Anda untuk konfirmasi.

Mengapa tarif rata-rata membuat selisih palsu

Tarif rata-rata membuat selisih palsu karena potongan sekarang bergantung pada sebaran nominal, bukan pada total. Dua hari dengan omzet sama bisa punya potongan MDR yang sangat berbeda.

Menurut halaman QRIS Bank Mandiri, MDR dibebankan dengan memotong nilai pembayaran, sehingga dana yang masuk ke rekening merchant sudah dikurangi MDR. Jadi bank statement hanya menunjukkan angka bersih, dan Anda harus merekonstruksi potongannya sendiri.

Contoh ilustrasi (angka rekaan): sebuah usaha kecil menerima 300 transaksi Rp50.000 dan 20 transaksi Rp250.000 dalam sehari. Omzetnya Rp20.000.000.

  • Aturan lama di ERP: 0,7% x Rp20.000.000 = Rp140.000, dana bersih yang diharapkan Rp19.860.000.
  • Aturan baru: hanya Rp5.000.000 yang kena 0,7%, potongan Rp35.000, dana bersih Rp19.965.000.

Kalau ERP masih memakai aturan lama, setiap hari muncul selisih "lebih terima" Rp105.000. Tidak ada uang yang salah, tetapi tim tetap harus menyelidikinya.

1. Simpan tabel tarif yang berversi

Tabel tarif harus punya tanggal berlaku, bukan hanya satu angka per kategori. Setiap baris berisi tanggal mulai, kategori merchant, batas nominal, dan tarif.

Alasannya praktis: tabel yang beredar tidak selalu mutakhir. Halaman penjelasan MDR QRIS di situs Bank Indonesia yang kami buka pada 18 Oktober 2026 masih menampilkan tabel yang berlaku sejak 15 Maret 2025. Jadikan siaran pers dan pemberitahuan resmi acquirer Anda sebagai acuan.

2. Cocokkan kategori merchant dengan data acquirer

Kategori merchant menentukan batas mana yang berlaku: Rp500.000 untuk usaha mikro, Rp100.000 untuk kategori lain. Salah kategori berarti seluruh perhitungan potongan ikut salah.

Simpan kategori sebagai data induk per NMID atau MID, per acquirer. Perusahaan dengan banyak gerai atau lebih dari satu acquirer sering menemukan kategori yang berbeda untuk entitas yang sama.

The Close · Buletin

Catatan rekonsiliasi dan tutup buku bulanan untuk tim keuangan Indonesia.

Setiap Senin, lima menit.

Hampir selesai. Cek kotak masuk Anda untuk konfirmasi.
Satu email per minggu. Berhenti berlangganan dengan satu klik. Email Anda tidak pernah kami bagikan.

3. Hitung biaya yang diharapkan per transaksi

Biaya yang diharapkan harus dihitung per transaksi, lalu dijumlahkan per batch settlement. Baru setelah itu bandingkan dengan kredit di rekening koran.

Perhatikan batasnya. Tabel memakai frasa "sampai dengan", jadi transaksi Rp100.000 tepat masuk baris 0%, sedangkan Rp100.001 masuk baris 0,7%. Aturan "di bawah Rp100.000" di sistem Anda akan salah untuk setiap transaksi bernominal bulat itu.

Satu kredit settlement biasanya mewakili ratusan transaksi, jadi logika pencocokan satu ke banyak tetap menjadi fondasinya. Bedanya, nilai target kini adalah jumlah bersih per transaksi, bukan omzet dikali satu tarif.

4. Tangani masa peralihan akhir September

Masa peralihan perlu aturan sendiri karena tanggal transaksi dan tanggal settlement bisa berbeda bulan. Mandiri, misalnya, menyebut settlement dan laporan QRIS statis, QRIS API, dan QRIS EDC dilakukan H+1 kalender.

Artinya transaksi 30 September bisa masuk rekening pada 1 Oktober. Tanyakan ke acquirer apakah tarif mengikuti tanggal transaksi atau tanggal settlement, lalu kunci aturan Anda sesuai jawabannya. Jangan menebak.

5. Pisahkan PPN atas MDR

PPN atas MDR adalah komponen terpisah yang perlu dijurnal sendiri. Bank Indonesia, seperti dikutip Kompas.com, menjelaskan bahwa PPN dihitung dari biaya layanan PJP kepada merchant, termasuk MDR, dan tidak dikenakan kepada konsumen.

BI juga menyatakan bahwa untuk transaksi usaha mikro sampai Rp500.000, PPN atas MDR adalah Rp0 karena MDR-nya 0%. Untuk baris 0% yang baru dan cara pencatatannya di pembukuan Anda, konfirmasi dengan konsultan pajak.

6. Klasifikasikan sisa selisih

Sisa selisih setelah langkah 1 sampai 5 perlu diberi label penyebab, bukan dicatat sebagai satu angka "lain-lain". Label yang berguna: versi tarif, kategori merchant, batas nominal, refund, dan pembulatan.

Kerangka di artikel selisih rekonsiliasi bisa langsung dipakai. Jika Anda juga menerima pembayaran lewat payment gateway, jalankan perhitungan yang sama di rekonsiliasi tiga arah antara bank, buku besar, dan gateway.

Mulai dari data Oktober Anda

Oktober 2026 adalah bulan penuh pertama dengan aturan baru, jadi inilah bulan terbaik untuk menguji apakah aturan potongan Anda masih benar. Threadion menormalkan rekening koran, mencocokkan kredit dengan buku besar memakai aturan berlapis, dan menyimpan setiap pengecualian beserta jejak auditnya.

Uji Threadion dengan data rekening satu bulan Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah MDR QRIS 0 persen berlaku untuk semua merchant?

MDR QRIS 0 persen berlaku untuk semua kategori merchant, tetapi hanya sampai batas nominal tertentu. Sejak 1 Oktober 2026 batasnya Rp100.000 untuk usaha kecil, menengah, besar, pendidikan, dan SPBU, serta Rp500.000 untuk usaha mikro. BLU, PSO, G2P, dan P2G tetap 0% untuk semua nominal.

Berapa MDR QRIS untuk transaksi di atas Rp100.000?

MDR QRIS di atas Rp100.000 adalah 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar, 0,6% untuk pendidikan, dan 0,4% untuk SPBU. Usaha mikro baru dikenakan 0,3% untuk transaksi di atas Rp500.000.

Apakah transaksi tepat Rp100.000 dikenakan MDR?

Transaksi tepat Rp100.000 tidak dikenakan MDR, karena tabel resmi memakai batas "sampai dengan Rp100.000". Tarif 0,7% baru berlaku untuk transaksi di atas Rp100.000 pada usaha kecil, menengah, dan besar.

Apakah merchant boleh membebankan MDR QRIS ke konsumen?

Merchant tidak boleh membebankan MDR QRIS ke konsumen. Bank Indonesia menegaskan biaya MDR sepenuhnya ditanggung merchant, sebagaimana dilaporkan ANTARA.

Bagaimana cara mencatat potongan MDR QRIS di rekonsiliasi?

Potongan MDR QRIS dicatat dengan menghitung biaya per transaksi dari tabel tarif berversi, menjumlahkannya per batch settlement, lalu mencocokkan dana bersih dengan kredit di rekening koran. Selisih yang tersisa diberi label penyebab agar bisa ditutup dengan cepat.

Uji Threadion dengan data rekening satu bulan Anda

Threadion

Uji data Anda
Jonathan Napitupulu

Founder, Threadion

Suka artikel ini? Dapatkan edisi berikutnya hari Senin.Catatan rekonsiliasi dan tutup buku bulanan untuk tim keuangan Indonesia.
Hampir selesai. Cek kotak masuk Anda untuk konfirmasi.

The Close

Catatan rekonsiliasi dan tutup buku bulanan untuk tim keuangan Indonesia.

Hampir selesai. Cek kotak masuk Anda untuk konfirmasi.